Oleh: Pdt. Saumiman Saud

Ratapan 3: 21-26 “Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap 1 : 3:22 Tak berkesudahan kasih setia r  TUHAN, s  tak habis-habisnya t  rahmat-Nya, 3:23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! u  3:24 “TUHAN adalah bagianku, v ” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. 3:25 TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, w  bagi jiwa yang mencari Dia. 3:26 Adalah baik menanti dengan diam x  pertolongan TUHAN. y 

Ratapan  3:31- Karena tidak untuk selamanya Tuhan mengucilkan. 32 Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya.

Tidak pandang bulu, siapapun anda, kita pasti pernah mengalami apa yang disebut kesulitan. Namun standard atau level  kesulitan setiap manusia itu berbeda. Ketika saya mempersiapkan renungan ini saya lagi teringat bagaimana teman-teman di Jakarta yang mengalami banjir, yang rumahnya ludes dan harta benda, bahkan nyawa. Belum lagi terjadi peperangan di Timur-Tengah dan berbagai serangan sakit penyakit melanda dunia.

Selain itu di dalam setiap kehidupan kita pribadi masing-masing juga mengalami kesulitan dan kepahitan, ketegangan dan konflik, ada yang ditinggal kematian orang tua, ada yang mengalami sakit mendadak, ada yang menghadapi kesulitan ekonomi. Kehidupan ini begitu sulit dan rumit berbelit.

Dalam keadaan demikian, maka punya harta, rumah dan mobil mewahpun tidak berguna lagi, karena hati dan kesehatan tidak dapat menikmatinya. Persoalan rumit terjadi, makanan enakpun terasa hambar, ketegangan ada di mana-mana, keamanan dan kenyamanan tidak terasa, yang ada ketakutan yang berlipat ganda. Terutama tatkala kita membutuhkan jawaban dan pertolongan, namun tidak ada yang menolongnya. Teman baik seperti tidak dikenal lagi.

Berikut ini ada 4 hal yang dapat kita rasakan bahwa benar Hidup itu sulit :

1. Hidup ini sulit karena dunia sudah rusak

Dunia yang diciptakan Tuhan Allah itu sempurna, di situ ada kenyamanan, kecukupan dan kebahagiaan sempurna. Namun semua itu harus musnah rusak  karena manusia lebih memilih mendengar suara iblis dari pada suara Tuhan. Dengan demikian putus hubungan kita dengan Tuhan. Namun Tuhan Allah itu mencintai ciptaanNya, IA mendesain rencana mulia untuk mengangkat harkat martabat ciptaanNya kembali. Dan sebagai utusannya, Yesus datang ke dunia ini dan mati di atas kayu salib menanggung segala akibat dan konsekwensinya.

2. Hidup ini sulit karena kita (engkau dan aku)

Kesulitan dalam hidup kita ini karena kita ini orang berdosa (Roma 3:23). Sering kita dapat membuat keputusan yang salah dan bertentangan dengan Tuhan , baik itu dengan sengaja ataupun tidak, sehingga membuat kehidupan lebih sulit. Selanjutnya kita akan mengalami kehidupan yang bertambah sulit, tatkala kita tidak meresponi atau menganggap remeh konsekwensi akitab kita membuat keputusan yang salah. (Amsal 19:3 “Kebodohan menyesatkan jalan orang, lalu gusarlah hatinya terhadap TUHAN”)

Hidup ini sulit karena kamu dan aku, tetapi Yesus dengan murah hati mengampuni kita ketika kita mengakui bahwa dosa kita telah menghinanya dan membuat hidup menjadi rumit dan sulit (1 Yohanes 1: 9). “Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita mmembuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.”

3. Hidup itu sulit karena orang lain

Bukan karena dunia yang rusak, bukan pula karena engkau dan aku tetapi karena orang lain. Acapkali kita mendengar bagaimana orang yang baik-baik ditipu hingga bangkrut, dihina , dibully, semua ini karena tindakan orang lain. Kita merasa direndahkan, merasa dikhianati. Jika di Alkitab kita temukan bagaimana kisah Yusuf yang harus menjalani penderitaan dalam hidupnya melalui tindakan saudara-sauaranya. Orang Samaria itu menderita karena dirampok oleh para penjahat dan ditinggalkan dalam keadaan sekarat.

Yesaya 53: 5 Tetapi dia tertikam  oleh karena pemberontakan  kita  , dia diremukkan  oleh karena kejahatan kita; ganjaran  yang mendatangkan keselamatan  bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya  kita menjadi sembuh .

Yesus harus mengalami tertikam karena pemberontakan kita, bukan karena kesalahannya. Jadi, kepada orang-orang yang mengalami kesulitan, penderitaan bukan karena kesalahan sendiri, tetaplah bersandar pada Tuhan Yesus, kerena Tuhan Yesus dapat memperlakukan kita dengan adil, bahkan IA dapat mempermalukan mereka yang menyakiti kita.  Ingat Philemon yang mengalami kesulitan dan kepahitan akitab hartanya dicuri Onnesismus, tetapi Tuhan bekerja dalam diri Onnesimus, ia bertobat dan boleh kembali pada Philemon dalam persekutuan yang indah.

Selanjutnya walau sesamam dapat menyekiti kita, namun dalam kasih Kristus kita bias dipersatukan. 1 Yohanes 1 : 7 “Tetapi jika kita hidup di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu menyucikan kita dari segala dosa.”

4. Hidup itu sulit karena Allah itu baik

Ada banyak kesulitan yang terjadi dalam kehidupan manusia merupkan desain Tuhan itu. Desain yang dilakukan Tuhan itu kadang terasa begitu menyakitkan namun pada tenggang waktu tertentu Tuhan mendatangkan kebaikan. Coba renungkan kata-kata Yusuf :  Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku,  tetapi Allah telah mereka-rekakannya  untuk kebaikan , dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup   suatu bangsa yang besar. (Kej 50:20)  Lalu bagaimana kata Ayub : 1: 21 katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”  4:8 Dalam segala hal y  kami ditindas, namun tidak terjepit 1 ; kami habis akal, z  namun tidak putus asa; 4:9 kami dianiaya, a  namun tidak ditinggalkan sendirian, b  kami dihempaskan, namun tidak binasa. c  4:10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus d  di dalam tubuh kami, e  supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.

Daniel dan kawan-kawan , orang-orang yang setia pada Tuhan Allah, namun kehidupan mereka terusik karena ada orang yang tidak suka mereka tetap setia pada Tuhannya. Rancangan kejahatan dilakukan, ermasuk oleh Haman terhadap Daniel dan kawan-kawannya, hingga akhirnya Daniel dan kawan-kawan harus dihukum ke dalam  gua singa. Namun Alkitab mencatat , singa yang kelaparan itu tidak menyentuh Daniel. Bahkan Daniel dan kawan-kawan juga juga dimasukkan ke dalam perapian yang menyala-nyala, tetapi mereka tidak terbakar, karena Allah menolong. Hidup itu sulit, tetapi Allah itu baik. Sekali lagi Hidup itu sulit, tetapi Allah itu baik.  (Saumiman Saud)  #kitadipelihara #kitaberharga #kitadiselamatkan #

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here