Oleh: Pdt.Em.Johnvin K Anugraha

PENGORBANAN YESUS

Kis.Ras.2: 23  :”Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencanaNya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.”

  1. Secara ringkas ayat ini mau mengatakan bahwa kematian Yesus bukan suatu kecelakaan yang tidak diduga sebelumnya. Kematian Yesus adalah sesuai dengan rencana dan maksud Allah dalam rangka Yesus menjadi korban pengganti yang memikul semua hukuman kita orang-orang berdosa. Ayat ini juga mau mengatakan bahwa kematian Yesus terlaksana melalui penyaliban dan dilaksanakan oleh kamu yaitu segenap orang Israel dan juga bangsa bukan Yahudi, terlibat, dan mereka disebutkan sebagai bangsa-bangsa durhaka. Bangsa asing diwakili oleh Pontius Pilatus. Jadi baik Yahudi maupun bangsa lain bukan Yahudi terlibat dalam penyaliban Yesus. Semua manusia terwakili dalam menolak Yesus. tetapi bagi yang menerima Yesus mereka diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah (Yoh.1:12)
  2. Dari pihak Yesus yang disalibkan, dia rela menjalani salib ini. Di Taman Getsemani Ia sempat bergumul dalam menjalani misiNya, tetapi akhirnya Ia mengatakan:”KehendakMu Jadilah.” Kerelaan Yesus berkurban dapat dibaca pula dari pernyataanNya dalam Markus 10:45;”Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Dari pernyataanNya ini kita mengerti akan kesiapan Yesus untuk berkurban karena Ia tahu kurbanNya menjadi tebusan bagi keselamatan banyak orang.

PengurbananNya mendatangkan keselamatan atas saudara dan saya. Tanpa pengurbanan Yesus kita masih belum ditebus, tetapi karena pengurbananNya di atas sallib, saudara dan saya telah menjadi orang bebas, merdeka dari kuasa dosa, setan dan maut.

SITUASI DAN KONDISI KITA

  1. Kita hidup dalam zaman yang tidak terlalu mendukung pemahaman dan praktek pengorbanan Yesus. Kita hidup dalam zaman dimana manusia hanya memikirkan kepentingannya sendiri saja. Dari kenyataan hidup sehari-hari kita menyaksikan banyak orang yang mengorbankan sesamanya. Yang kuat memakan yang lemah. Itu terjadi dalam hidup ekonomi sehari-hari. Yang kaya menekan dan memakan si kecil dan miskin. Yang kaya menjadi makin kaya karena praktek mengorbankan si miskin dan yang miskin bertambah melarat.
  2. Kemudian dalam pekerjaan sehari-hari, tidak sedikit pula terjadi mereka yang mempunyai posisi atasan mengurbankan anak buahnya demi menyelamatakan posisinya sendiri. Apa yang disebutkan di bidang ekonomi lebih-lebih terjadi pula di bidang politik. Tokoh yang satu mengorbankan tokoh yang lain demi karir politiknya. Sehingga kadang-kadang terjadi tokoh-tokoh politik berjatuhan karena adanya aksi teror meneror. Karena itu sering kita dengar istilah bahwa politik itu kotor, padahal kekotoran tidak terjadi hanya di bidang politik tetapi juga di bidang ekonomi, bahkan juga kalau kita amati terjadi di segala bidang kehidupan termasuk dalam bidang keagamaan.

MENGIKUTI JEJAK PENGORBANAN YESUS

  1. Salah satu ciri pengikut Yesus adalah kesediaannya untuk berkorban. Sebelum menjadi pengikutNya, Yesus sudah katakan agar mereka yang mau menjadi pengikutNya menghitung ongkos yang harus dibayarnya sebagai pengikut Yesus. Ongkos ini bukan untuk keselamatan, karena keselamatan itu sendiri berdasarkan anugerah, cuma-cuma, tanpa bayaran apapun juga. Namun setelah menjadi pengikut kita terpanggil untuk membayar ongkos sebagai pengikut atau murid Yesus. Ongkos ini adalah pengorbanan, sebagai akibat logis kita menjadi pengikutNya.
  2. Tidak bedanya seorang siswa mengikatkan diri untuk menjadi siswa di suatu perguruan, ia harus membayar ongkosnya dengan belajar dan studi sungguh-sungguh. Ia harus mengorbankan waktu-waktu bermainnya untuk belajar dan belajar. Ia harus mengurangi waktu tidurnya ketika menghadapi tugas-tugas yang belum selesai. Ia harus bekerja keras mempersiapkan diri menghadapi ujian. Ia harus berkelakuan yang pantas di sekolah sesuai dengan peraturan sekolah. Ia harus memakai seragam sekolah walaupun ia lebih senang berpakaian bebas.
  3. Nah sekarang sebagai orang Kristen pengorbanan apa yang dituntut dari kita? Kita terpanggil untuk menyediakan waktu cukup untuk membaca Alkitab tiap hari, demikian juga menyediakan waktu tiap hari untuk doa, agar melaluinya hubungan kita dengan Allah Bapa terpelihara. Tiap hari minggu kita terpanggil untuk menyediakan waktu untuk pergi ke gereja; kita terpanggil pula untuk menyediakan waktu agar dapat terlibat dalam pelayanan gereja; kita juga terpanggil untuk membawa persembahan kita ke gereja. Dalam pergaulan dan pelayanan mungkin kita juga akan mengalami kurban perasaan, di samping pengorbanan tenaga, dan waktu.
  4. Mungkin bagi orang-orang tertentu terpanggil untuk mengurbankan karir dan masa depannya karena Tuhan memanggil dirinya untuk bekerja sepenuh waktu di ladang Tuhan. Beberapa dokter medis dengan prospek baik di negerinya mereka meninggalkan semuanya itu untuk pergi ke negeri yang jauh, negeri yang gersang, karena mereka terpanggil dalam tim pelayanan untuk melaksanakan misi Kristus di daerah pedalaman. Mereka menghadapi medan yang berat, tidak menghasilkan uang, penuh pengorbanan, semuanya itu dijalankan dengan penuh kerelaan dan sukacita karena itu merupakan pengorbanan dan persembahan bagi Tuhan Yesus.
  5. Kalau kita berkorban waktu, tenaga, perasaan, materi ataupun berkurban nyawa bagi Tuhan, ini bukan sesuatu yang berlebihan karena Tuhan Yesus telah lebih dulu berkorban untuk keselamatan kita semua.Apa yang kita lakukan tidak lain sebagai tanda terima kasih kita kepadaNya.

Pertanyaannya sekarang apa yang telah kita kurbankan untuk Tuhan Yesus? Yang belum berkurban, kesempatan masih diberikan untuk melakukannya dan bagi yang sudah, jangan jemu-jemu untuk melakukan pengurbanan demi pengurbanan bagi kemuliaan Tuhan. Dan biarlah sukacita Tuhan memenuhi hati kita semua ketika kita dapat berkurban bagi Tuhan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here