Oleh: Pdt. Em. Jahja Sunarja

Maafkan saya, jika tulisan ini merusak kebahagiaan saudara-saudara yang sedang merayakan bulan penuh cinta ini. Sebab ternyata pada saat banyak orang merayakan dan mempromosikan cinta kasih serta kasih sayang, ada banyak orang yang tidak mungkin ikut merayakannya. Perhatikanlah kutipan ini:

Founder and CEO of Awo Mark Britton said: ‘Over the past two years we’ve seen an average increase of 40 percent in the number of requests for divorce lawyers around Valentine’s Day, compared to the previous six months. (www.dailymail.co.uk/news/article-1355418/Valentines

Pada saat banyak orang bersukacita, ada banyak pasangan suami-istri yang bersedih dan anak-anak yang sedih, geram serta bingung. Dua orang yang saling mengasihi sudah kehilangan cinta kasih itu. Mereka yang ingin selalu bersama menempuh perjalanan hidup ini, kini ingin berpisah. Mereka telah kehilangan cinta kasih pada pasangan bahkan kepada anak-anak mereka. Dalam amarah dan kepedihan yang dalam, mereka tidak lagi mampu mengasihi siapa pun. Hati mereka membeku … mati.

Seorang Farisi datang untuk mencobai Tuhan Yesus. Ia bertanya: “Apakah boleh menceraikan pasangan hidup?” Tuhan Yesus menjawab pertanyaan itu dengan pertanyaan: “Apa yang imanmu katakan tentang ini?” Dengan pongah orang Farisi itu merujuk pada hukum Musa yang mengizinkan menceraikan pasangan hidup dengan memberi surat cerai. Tuhan Yesus menjelaskan latar belakang dibuatnya hukum itu. Hukum itu dibuat karena “kekerasan hati orang-orang Yahudi”. Tetapi sesungguhnya Tuhan Allah tidak memperkenankan pasangan suami-istri bercerai dengan alasan apapun juga. Sebab mereka berdua, karena Tuhan Allah, telah menjadi satu. Apa yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh siapa pun. (Markus 10:1-12)

Apakah yang Tuhan Yesus maksud dengan “kekerasan hati”? Kekerasan hati adalah keadaan ketika orang tidak lagi memiliki belas-kasihan. Pengampunan yang terbit dari hati yang penuh belas-kasihan tidak ada lagi. Hati itu hanya berisi kepedihan, amarah dan kebencian. Kesalahan dan kelemahan pasangan tidak dapat ditolerir, tidak dapat diampuni. Kasih sebagai daya hidup tidak ada lagi. Hati itu sudah mati.

Tuhan Yesus mengatakan: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun datang kepada Bapa jika tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6) Tidak seorang pun hidup jika tidak percaya dan melakukan pengajaran Tuhan Yesus. Tidak satu pasangan pun dapat tetap hidup dalam cinta kasih, jika tidak melakukan pengajaran Tuhan Yesus. Tidak satu keluarga pun dapat tetap hidup dalam kasih dan sukacita jika tidak melakukan pengajaran Tuhan Yesus. Itulah sebabnya kehadiran Tuhan Yesus dalam kehidupan pasangan suami istri dan anak-anak adalah mutlak. Sebab dari Dia kita belajar memiliki cinta kasih yang benar, cinta kasih dan belas-kasihan tanpa syarat. Cinta kasih dan belas-kasihan seperti yang Ia berikan kepada setiap orang yang percaya, yaitu orang-orang yang melakukan pengajaran-Nya.

Itulah berita sukacita yang membangkitkan pengaharapan bagi pasangan suami-istri. Sebab dengan hikmat sendiri, ternyata manusia tidak mampu melawan “tipu muslihat” iblis. Godaan dan cobaannya selalu berhasil. Ia memiliki begitu banyak cara untuk membujuk manusia melakukan hal-hal menentangi kehendak Allah. Ia tahu kelemahan setiap orang. Ia tahu kelemahan setiap pasangan. Ia cerdik seperti ular. Hanya orang-orang yang percaya dan melakukan pengajaran Tuhan Yesus mampu mematahkan “tipu muslihat” iblis, seperti Tuhan Yesus telah lebih dahulu mematahkannya (Matius 4:1-11).

Perayaan Valentine adalah perayaan kemenangan cinta kasih atas dosa. Kemenangan orang-orang yang percaya bahwa kasih adalah dasar yang benar dan kokoh untuk hidup pernikahan. Dimana ada cinta kasih dan belas-kasihan, damai sejahtera dan hidup yang subur hadir. Baiklah kita berdoa dan berupaya menghadirkan Kristus dalam kehidupan keluarga kita. Marilah berdoa agar lebih banyak orang percaya pada Tuhan Yesus Kristus Sang Jalan Benar yang memberi Hidup, sehingga mereka juga dapat merayakan bulan penuh cinta kasih ini.

Selamat merayakan hari cinta kasih, Tuhan Yesus menyertai!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here