Horation G. Spafford adalah seorang pengacara dan usahawan sukses di Chicago dengan keluarga yang baik seorang istri, Anna, dan lima anak. Meskipun begitu, mereka tidak asing dengan duka dan tragedi. Anak laki-lakinya yang masih muda meninggal oleh pneumonia pada tahun 1871, dan di dalam tahun yang sama, banyak dari bisnis mereka hangus dalam kebakaran besar di Chicago. Namun, Tuhan dengan rahmat dan kasih sayangnya melancarkan kembali bisnis mereka.

Pada tanggal 21 November 1873, kapal laut Perancis, Ville du Havre tengah menyeberangi Samudera Atlantik dari A.S. ke Eropa dengan 313 jumlah penumpang. Di antara para penumpang ialah Ny. Spafford dan keempat anak perempuannya. Meskipun Tn. Spafford telah berencana untuk pergi dengan keluarganya, ia memutuskan untuk tinggal di Chicago untuk membantu menyelesaikan masalah bisnis yang tak terduga. Ia memberi tahu
istrinya bahwa ia akan menyusul ia dan anak-anaknya di Eropa beberapa hari kemudian. Rencananya adalah mengambil kapal lain.

Sekitar empat hari menyeberangi Samudera Atlantik, kapal Ville du Harve menabrak sebuah kapal baja kuat Skotlandia, Loch Earn. Tiba-tiba, semua yang ada di kapal berada dalam mara bahaya. Anna dengan lekas membawa keempat anaknya ke geladak. Ia berlutut di
sana dengan Annie, Margaret Lee, Bessie, dan Tanetta dan berdoa agar Tuhan menyelamatkan mereka jika itu kehendak-Nya, atau membuat mereka kuat bertahan menghadapi apa yang akan terjadi. Dalam kurang lebih dua belas menit, kapal Ville
du Harve tergelincir ke dalam lautan gelap Atlantik, membawa 226 penumpang termasuk
keempat anak-anak Spafford.

Seorang pelaut, yang mendayung sebuah perahu kecil ke titik di mana kapal tersebut tenggelam, menemukan seorang wanita mengapung pada sebidang runtuhan kapal. Ternyata wanita itu adalah Anna, masih hidup. Pelaut itu menariknya ke perahu dan mereka diungsikan ke kapal lain yang lebih besar, yang sembilan hari kemudian menurunkan mereka di Cardiff, Wales. Dari sana ia mengirimkan suaminya pesan yang awalnya berbunyi, “Selamat seorang diri, apa yang harus kulakukan?” Tn. Spafford lalu membingkai telegram tersebut dan meletakkannya di kantornya.

Penumpang lainnya yang selamat, Pendeta Weiss, kemudian ingat Anna berkata, “Tuhan memberikanku empat anak perempuan. Kini mereka telah diambil dariku. Suatu hari
aku akan mengerti mengapa”.

Tn. Spafford memesan karcis kapal berikutnya yang tersedia dan pergi menyusul istrinya yang berduka. Dengan sekitar empat hari perjalanan kapal, kapten kapal memanggil Spafford ke kabin dan memberitahukan bahwa mereka sedang berada di lokasi di mana
anak-anaknya tenggelam.

Menurut Bertha Spafford Vester, seorang anak perempuan yang lahir setelah tragedi tersebut, Spafford menuliskan “It Is Well With My Soul (bahasa Indonesia: Jiwaku
Tenanglah)” dalam perjalanannya.

Sewaktu hidupku tenang dan aman
Ataupun susah menimpa
‘Ku di mana pun
Tuhan yang menuntun

Reff:

Jiwaku,
Jiwaku tenanglah

Anna melahirkan tiga anak lagi, salah satunya meninggal pada usia empat tahun karena penyakit mematikan pneumonia. Di bulan Agustus 1881, keluarga Spafford pindah ke Jerusalem. Tn. Spafford meninggal dan dikuburkan di kota itu.

Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. – Philippians 4:7.

SHARE
Previous articleFLORENCE NIGHTINGALE
Next articleAkar Kebencian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here