Bagaimanapun standard pengajaran orang percaya itu harus memiliki level yang tersendiri. Seorang pengikut Kristus tidak pernah diajarkan membenci orang lain, namun justru ajarannya tentang kasih yang selalu didengung-dengungkan dalam firman Tuhan dan harus diperaktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Memang pengetahuan dan iman setiap orang
yang mengaku sebagai pengikut Kristus itu berbeda-beda, tetapi jika kita mengaku sebagai pengikut Tuhan Yesus, maka kita harus melakukan perbuatan yang diajarkan Tuhan. Lukas
6 : 46 “Mengapa kamu berseru kepada- Ku: “Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?”

Jikalau kita coba menelusuri Lukas 6: 27-28, di sini kita bisa melihat dengan jelas sikap dari seorang pengikut Kristus menghadapi orang yang membenci kita. Ada tiga hal yang tidak boleh dibantah yang harus kita lakukan bila ada orang yang membenci kita. Yang pertama adalah kita harus melakukan yang baik (ay 27) yang kedua kita harus memberkati mereka
(ay 28) dan yang ke tiga kita harus berdoa untuk mereka (ay 28). Jadi sekali lagi, jangan pernah terdengar fitnahan lagi sebab firman Tuhan tidak pernah mengajarkan pembalasan.

1. MELAKUKAN YANG BAIK

Secara teori memang gampang berkata bahwa kita harus melakukan yang baik, tetapi bila hanya berkata saja tentu tidak berguna, di luar sana orang berkata “Omdo” {Omong Doang}. Perkataan sekaligus harus disusuli dengan praktek kehidupan, jadi tanpa praktek dalam perbuatan kita maka itu ibarat tong kosong yang berbunyi. Seorang anak yang diminta untuk merapikan tempat tidur bila bangun pagi dan sebelum berangkat ke sekolah, namun apa yang yang diperintahkan selalu diingat, tetapi tidak dilakukan maka tidak
ada gunanya. Seorang anak bukan hanya dituntut mendengar perintah orang tuanya tetapi juga harus melakukan apa yang diperintahkan itu, bukan hanya membaca perintah, bukan hanya menghafal perintah, tetapi juga harus dipraktekkannya. Contoh praktis, seorang anak yang diminta ibunya mencuci piring sehabis makan siang, tidak cukup kalau anak itu merespons dengan kalimat “Aku sudah mendengar Ma? Aku ingat Ma? Aku sudah menghafal apa yang Mama perintahkan”. Tetapi anak itu juga dituntut memberikan jawaban “Aku telah mencucinya Ma. Begitu pula dengan kita sebagai orang percaya, kita bukan hanya dituntut mendengar firman Tuhan, membaca firman Tuhan dan menghafalkan firman Tuhan tetapi, kita dituntut mempraktekkan apa yang telah diajarkan oleh firman Tuhan. Apa gunanya kita juara menghafal beratus-ratus ayat Alkitab, tetapi kita tidak mempraktekkan apa yang diajarkannya.

Orang yang melakukan yang baik, belum tentu ia adalah orang baik, tetapi orang baik pasti akan melakukan yang baik. Kita bisa saja mengeluarkan uang dari kantong kita untuk diberikan kepada seorang pengemis, dengan maksud supaya pengemis itu jangan dekat-dekat dengan kita. Jadi tindakan baik kita itu bukan karena kita ini baik, tetapi karena kita tidak mau pengemis itu ada dekat kita.

2. MEMBERKATI MEREKA

Bayangkan, terhadap orang yang kita benci, kita dituntut untuk meminta berkat bagi mereka, banyak orang gagal melakukan hal ini. Ada orang bertanya mengapa menjadi anak Tuhan itu harus selalu mengalah? Jawabannya karena Tuhan Yesus tidak mengajarkan kita membenci manusia yang lain, Tuhan Yesus itu hanya membenci dosa kita , Ia tidak membenci orang berdosa. Ia Bahkan tidak membenci orang yang menyalibkan Dia. Ketika Musa secara bertubi-tubi dikritik oleh Miryam karena ia mengambil perempuan asing sebagai
istrinya, ia tidak pernah membalasnya. Tetapi justru Tuhan Allah yang membalasnya sehingga ia menderita penyakit kusta. Yang menarik di sini adalah tatkala Miryam sakit kusta, Musa tidak pernah berdoa mengutuknya, tetapi Musa berdoa supaya Miryam sembuh. Ciri khas memberkati harus dimiliki orang yang mengaku percaya Yesus. Seorang pengikut Yesus mungkin bisa marah, tetapi ia marah bukan karena ia membenci, tetapi ia marah karena dosa. Jadi inilah patokan yang harus kita perhatikan, jikalau kita melenceng, maka kita harus kembali kepada standar yang diajarkan Tuhan.

3. BERDOA UNTUK MEREKA

Bila hati kita menyimpan kebencian terhadap seseorang, maka omong-kosong kita dapat mendoakan orang itu. Itu sebabnya sebelum kita berdoa untuk seseorang maka terlebih dahulu kita harus mengampuninya. Lagi pula, orang percaya tidak ada kamus untuk membenci sesamanya, biarpun orang tersebut tingkah lakunya tidak terpuji. Yang kita benci adalah perbuatannya bukan orangnya.

Teladan yang tidak pernah kita lupakan adalah Yesus Kristus, ia bahkan mengampuni orang yang menyalibkan Dia. Hal itu juga dilakukan oleh Philemon terhadap Onesimus yang pernah berbuat salah kepadanya.

Philemon diminta oleh rasul Paulus supaya menerima kembali budaknya itu sebagai seorang
saudara, dengan kata lain Philemon harus mengampuni Onesimus dan bukan hanya itu ia juga harus menerimanya kembali sebagai hambanya tetapi sebagai saudaranya.

Pesan firman Tuhan, Matius 5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”. Yohanes 15:18 “Jikalau dunia membenci
kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.

Bagaimana level kehidupan keagamaan anda? Apakah telah memenuhi standar ini?

Pdt. SAUMIMAN SAUD
Pendeta di Gereja Cornerstone Indonesia, San Francisco

SHARE
Next articleATAS NAMA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here